Bangun Gerakan Media Dakwah, Pemuda Muhammadiyah Kalteng Gelar Pelatihan Jurnalistik

by Yoan Pramoga

Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Tengah (PWPM Kalteng) menggelar Pelatihan Jurnalistik Dakwah dengan tema “Membangun Gerakan Media Dakwah, Menguatkan Narasi dan Gagasan” di Aula Pusat Dakwah Pemuda Muhammadiyah Kalteng, Sabtu (26/9/2026).

Pelatihan ini menjadi ruang peningkatan kapasitas kader dalam bidang jurnalistik sekaligus mempersiapkan redaksi dan kontributor SuluhPeradaban.id sebagai media dakwah dan informasi Muhammadiyah Kalimantan Tengah.

Ketua PWPM Kalteng, Yandi Novia, mengatakan kemampuan jurnalistik menjadi bagian penting dalam membangun kultur intelektual di lingkungan Muhammadiyah.

Menurutnya, kader tidak cukup hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga harus mampu membaca peristiwa, mengolah informasi, dan menyampaikannya kepada masyarakat melalui narasi yang bertanggung jawab.

“Pelatihan ini merupakan bagian dari ikhtiar Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Tengah untuk meningkatkan kapasitas kader, khususnya dalam bidang jurnalistik dan pengelolaan media dakwah,” ujar Yandi.

“Kami ingin kader tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu memproduksi dan menyebarkan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” lanjutnya.

Yandi menuturkan, berbagai aktivitas dan gagasan Muhammadiyah perlu didokumentasikan serta diberitakan agar dapat diketahui masyarakat luas.

Untuk itu, kader perlu memiliki kemampuan dasar jurnalistik, mulai dari menemukan ide pemberitaan, menggali informasi, melakukan wawancara, hingga menyusun berita yang layak dipublikasikan.

“Di era digital seperti sekarang, dakwah tidak cukup hanya disampaikan melalui ruang-ruang konvensional. Kita perlu hadir di ruang digital dengan narasi yang kuat, faktual, berimbang, dan mudah dipahami,” katanya.

Pelatihan tersebut juga secara khusus diarahkan untuk memperkuat kapasitas kontributor SuluhPeradaban.id.

Peserta mendapatkan pembekalan mengenai proses jurnalistik, mulai dari mencari ide, melakukan peliputan, menggali informasi, wawancara, hingga menulis berita.

“Kami ingin para kader memiliki kemampuan dasar jurnalistik, mulai dari mencari dan menggali informasi, melakukan wawancara, menulis berita, hingga menyajikan informasi yang sesuai dengan prinsip jurnalistik,” jelas Yandi.

Ia berharap pelatihan tersebut tidak berhenti pada kemampuan teknis menulis berita. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun tradisi jurnalistik di lingkungan Muhammadiyah Kalteng.

Tradisi tersebut mencakup kebiasaan membaca peristiwa, mencatat gerakan, mengolah gagasan, serta menyebarluaskannya melalui media.

“Kami berharap pelatihan ini tidak berhenti pada kemampuan teknis menulis berita, tetapi menjadi awal lahirnya gerakan media dakwah di lingkungan Muhammadiyah Kalimantan Tengah,” ungkapnya.

“Kader harus berani menyampaikan gagasan, mengangkat berbagai persoalan masyarakat, sekaligus menghadirkan narasi yang mencerahkan dan mencerdaskan,” tutupnya.

Kirim Tulisan ke PerspektifSpace.com

Berita Terkait