Film CLBK Tayang 2 Juli 2026, Angkat Konflik Cinta Masa Lalu dan Masa Kini

by Yoan Pramoga

Film Cinta Lama Babak Kedua (CLBK) hadir sebagai drama romantis yang mengangkat tema tentang kesempatan kedua, luka masa lalu, dan pentingnya memaafkan. Disutradarai oleh Ivander Tedjasukmana, film ini menyuguhkan cerita yang tidak hanya berpusat pada romansa, tetapi juga hubungan antargenerasi yang dipengaruhi kisah cinta yang belum benar-benar selesai.

Cerita mengikuti perjalanan Raka dan Ambar, pasangan muda yang tengah mempersiapkan pernikahan. Kebahagiaan mereka berubah ketika diketahui bahwa nenek Raka, Sita, dan kakek Ambar, Aby, pernah menjalin hubungan asmara yang kandas puluhan tahun silam.

Pertemuan kembali antara Sita dan Aby membuka kembali luka lama yang belum sepenuhnya sembuh. Konflik masa lalu itu kemudian ikut memengaruhi hubungan Raka dan Ambar, menghadapkan mereka pada pilihan antara mempertahankan cinta atau terjebak dalam bayang-bayang sejarah keluarga.

Dengan premis yang dekat dengan kehidupan, CLBK mengajak penonton merenungkan bagaimana masa lalu dapat membentuk masa depan, sekaligus menunjukkan bahwa memaafkan sering kali menjadi jalan terbaik untuk melanjutkan hidup.

Adu Akting Lintas Generasi Jadi Daya Tarik

Salah satu kekuatan utama CLBK terletak pada jajaran pemainnya. Slamet Rahardjo dan Widyawati tampil sebagai pasangan yang dipertemukan kembali oleh waktu, menghadirkan emosi yang kuat melalui akting yang matang dan penuh makna.

Di sisi lain, Sintya Marisca dan Iskak Khivano berhasil menggambarkan dinamika pasangan muda yang harus menghadapi persoalan keluarga di tengah persiapan menuju pernikahan.

Sutradara sekaligus penulis film, Ivander Tedjasukmana, mengungkapkan bahwa naskah CLBK telah disiapkan hampir satu dekade sebelum akhirnya diproduksi.

“Film ini sudah lama tersimpan di library saya, hampir 10 tahun. Baru mendapat kesempatan diproduksi tahun lalu dan akhirnya tayang tahun 2026. Rasanya luar biasa,” ujar Ivander saat jumpa pers di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Menurutnya, mengarahkan dua aktor senior menjadi pengalaman yang sangat berharga.

“Namanya senior, dikasih arahan sedikit langsung paham. Saya belajar banyak dari Pak Slamet Rahardjo dan Ibu Widyawati,” katanya.

Hadirkan Drama Romantis dengan Sentuhan Komedi

Co-Producer sekaligus Founder MIR Productions, Vladimir Rama, menilai CLBK menawarkan premis yang berbeda dari film drama romantis pada umumnya.

“Premis film ini tidak biasa, meskipun pengalaman di dalamnya bisa saja terjadi pada kita semua. Kita butuh film-film seperti ini untuk dinikmati pecinta film Indonesia. Saya puas dengan hasilnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, meski mengusung genre drama romantis, film ini tetap dibalut komedi ringan yang membuat alur cerita terasa hangat dan menghibur.

“Kalau ingin membuktikan seperti apa adu akting lintas generasi, silakan saksikan filmnya mulai 2 Juli di bioskop,” tutup Vladimir.

Melalui perpaduan drama, romansa, dan komedi, Cinta Lama Babak Kedua (CLBK) menghadirkan pesan bahwa tidak semua cinta harus berakhir dengan kebersamaan. Terkadang, bentuk cinta yang paling tulus justru hadir melalui keberanian untuk memaafkan, merelakan, dan memberi ruang bagi masa depan.

Kirim Tulisan ke PerspektifSpace.com

Berita Terkait