Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) resmi membuka Program Studi Keperawatan Anestesiologi Program Sarjana Terapan (D4) setelah terbitnya Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia tentang pembukaan program studi tersebut.
Program studi baru ini berada di bawah Fakultas Keperawatan Anestesiologi dan Fisioterapi (FKAF) UMPR. Kehadirannya menjadi langkah UMPR memperkuat kontribusi di bidang pendidikan kesehatan sekaligus memperluas akses pendidikan Keperawatan Anestesiologi bagi masyarakat di Kalimantan.
Dengan diterbitkannya keputusan menteri tersebut, UMPR telah membuka penerimaan mahasiswa baru untuk angkatan perdana. Pada penerimaan pertama, UMPR menargetkan sebanyak 50 mahasiswa.
Rektor UMPR, Assoc. Prof. Dr. Muhamad Yusuf, mengatakan pembukaan program studi tersebut merupakan bagian dari komitmen UMPR menghadirkan pendidikan tinggi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan sektor kesehatan.
“Terbitnya keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia tentang pembukaan Program Studi Keperawatan Anestesiologi Program Sarjana Terapan menjadi momentum penting bagi UMPR. Ini merupakan langkah nyata universitas dalam memperluas kontribusi di bidang pendidikan kesehatan sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan profesional,” ujar Yusuf dalam keterangan yang diterima Narasi Moderat, Kamis (13/8/2026).
Menurutnya, program studi tersebut juga membuka peluang bagi generasi muda di Kalimantan untuk menempuh pendidikan Keperawatan Anestesiologi tanpa harus keluar daerah.
“Kami berharap program studi ini menjadi pilihan bagi putra-putri terbaik di Kalimantan yang ingin berkarier di bidang kesehatan. Target 50 mahasiswa pada angkatan pertama menjadi langkah awal untuk membangun program studi yang berkualitas dan mampu melahirkan lulusan yang memberikan kontribusi nyata bagi pelayanan kesehatan,” katanya.
Yusuf juga mengapresiasi FKAF UMPR dan seluruh pihak yang telah mempersiapkan pembukaan program studi tersebut. Ia menegaskan, setelah program studi resmi dibuka, fokus berikutnya adalah memastikan proses pendidikan berjalan dengan baik, baik dari sisi akademik maupun praktik.
Sementara itu, Dekan FKAF UMPR, Evi Mulyani, menyambut baik pembukaan Program Studi Keperawatan Anestesiologi Program Sarjana Terapan sekaligus dimulainya penerimaan mahasiswa baru.
“Alhamdulillah, setelah melalui proses yang panjang, Program Studi Keperawatan Anestesiologi Program Sarjana Terapan resmi dibuka di UMPR. Ini menjadi momentum penting bagi fakultas dan sekaligus menjadi awal baru dalam menghadirkan pendidikan Keperawatan Anestesiologi bagi masyarakat Kalimantan,” ujar Evi.
Evi mengatakan, pada penerimaan perdana UMPR menargetkan 50 mahasiswa. Ia mengajak calon mahasiswa yang memiliki minat di bidang kesehatan untuk memanfaatkan kesempatan tersebut.
“Untuk angkatan pertama, kami menargetkan 50 mahasiswa. Kami mengajak putra-putri Kalimantan yang memiliki minat di bidang kesehatan untuk mengambil kesempatan ini dan menjadi bagian dari angkatan pertama Program Studi Keperawatan Anestesiologi Program Sarjana Terapan UMPR,” jelasnya.
Penerimaan mahasiswa baru program studi tersebut telah dibuka hingga 31 Agustus 2026. Proses pendaftaran dilakukan melalui layanan One Day Service di Kampus 2 UMPR.
Layanan tersebut disiapkan untuk memberikan kemudahan bagi calon mahasiswa melalui proses penerimaan yang cepat dan terpadu dalam satu rangkaian layanan.
