Superaplikasi Rumah Pendidikan berhasil meraih predikat Winner atau Juara I kategori e-Government pada ajang World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2026 yang diselenggarakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui International Telecommunication Union (ITU) di Jenewa, Swiss, Kamis (9/7/2026).
Rumah Pendidikan terpilih sebagai pemenang setelah menyisihkan 1.596 inovasi digital dari 122 negara. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan internasional atas transformasi digital pendidikan Indonesia dalam memperluas akses layanan pendidikan yang merata dan berkualitas.
Mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, mengatakan penghargaan tersebut dipersembahkan bagi seluruh insan pendidikan di Indonesia.
“Penghargaan ini kami persembahkan kepada jutaan murid, guru, tenaga kependidikan, orang tua, serta seluruh insan pendidikan di Indonesia yang setiap hari menjaga semangat belajar di berbagai penjuru negeri,” ujarnya.
Suharti mengatakan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan justru menjadi pendorong lahirnya inovasi digital yang mampu menjangkau peserta didik di seluruh wilayah.
“Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, kami meyakini bahwa tempat lahir atau tempat tinggal seorang anak tidak boleh menentukan kualitas pendidikan yang diterimanya. Karena itu Rumah Pendidikan dibangun sebagai ekosistem pembelajaran digital yang menghubungkan guru, murid, keluarga, sekolah, dan berbagai mitra,” katanya.
Menurutnya, teknologi bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan memperkuat proses pembelajaran sehingga setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama memperoleh pendidikan berkualitas.
Ia menambahkan penghargaan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari visi Presiden Prabowo Subianto dalam memperluas akses pendidikan melalui teknologi, kepemimpinan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, hingga dedikasi seluruh jajaran Kemendikdasmen.
“Pengakuan internasional ini semakin menguatkan komitmen kami untuk terus menghadirkan pendidikan bermutu yang dapat diakses oleh setiap anak Indonesia,” tambahnya.
Saat ini Rumah Pendidikan telah mengintegrasikan 66 layanan pendidikan, dimanfaatkan oleh lebih dari 6,9 juta pengguna, menyediakan 4.843 sumber belajar gratis, serta membantu lebih dari 104 ribu guru di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) meningkatkan kualitas pembelajaran.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengatakan capaian tersebut menjadi sejarah baru bagi Indonesia di ajang WSIS Prizes.
“Untuk pertama kalinya sejak WSIS Prizes diselenggarakan pada 2012, Indonesia berhasil meraih predikat Winner kategori e-Government melalui Rumah Pendidikan, sebuah inovasi digital karya anak bangsa yang dikembangkan Kemendikdasmen,” katanya.
Deputi Wakil Tetap RI sekaligus Duta Besar PTRI Jenewa, Achsanul Habib, menilai penghargaan tersebut menunjukkan inovasi digital Indonesia mampu bersaing di tingkat global sekaligus menjadi kebanggaan bagi dunia pendidikan nasional.
Menurutnya, keberhasilan tersebut membuktikan bahwa teknologi dapat menjadi solusi untuk memperluas akses pendidikan, meningkatkan pemerataan kesempatan belajar, serta menghadirkan layanan pendidikan yang lebih inklusif dan berkualitas bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Penghargaan ini sekaligus memperkuat komitmen Indonesia dalam memanfaatkan transformasi digital untuk meningkatkan mutu pendidikan serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan inklusif bagi semua.
