Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan proses rekrutmen tenaga pengajar Sekolah Rakyat dilakukan secara nasional bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan. Meski berskala nasional, tenaga pengajar yang berasal atau berdomisili di daerah setempat akan diprioritaskan apabila memenuhi persyaratan.
Pelaksana Tugas (Plt) Inspektur Bidang Rehabilitasi Sosial Kemensos, Hernowo, mengatakan proses rekrutmen masih berlangsung untuk memastikan Sekolah Rakyat didukung tenaga pengajar yang berkualitas.
“Saat ini kami sedang membuka proses rekrutmen tenaga pengajar. Tentunya kami mencari tenaga pengajar terbaik untuk Sekolah Rakyat. Proses ini dilakukan bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan. Jika memungkinkan, kami akan memprioritaskan tenaga pengajar yang berasal atau berdomisili di daerah setempat,” ujarnya, saat menghadiri Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Kota Palangka Raya, Selasa (14/7/2026).
Ia menegaskan rekrutmen tersebut tidak akan memengaruhi kebutuhan guru yang dimiliki pemerintah daerah karena penerimaan dilakukan di luar formasi tenaga pendidik yang telah ada. Menurutnya, rekrutmen sebelumnya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik, dengan mayoritas peserta berasal dari wilayah terdekat.
Ia menjelaskan terdapat perbedaan antara guru dan tenaga pendidik. Guru bertugas melaksanakan proses belajar mengajar di kelas, sedangkan tenaga pendidik berperan sebagai tenaga penunjang yang mendukung penyelenggaraan pendidikan di sekolah.
Selain membahas rekrutmen, Hernowo juga menjelaskan pelaksanaan MPLS di Sekolah Rakyat difokuskan pada pembentukan karakter dan kedisiplinan peserta didik.
Selama kegiatan berlangsung, siswa dibiasakan menjalani aktivitas secara teratur, mulai dari bangun pagi, mengikuti pembelajaran, hingga beristirahat sesuai jadwal yang telah ditentukan.
“MPLS juga bertujuan menanamkan sikap menghormati guru, orang tua, sesama teman, serta lingkungan sekitar. Seluruh kegiatan dirancang untuk membentuk karakter positif sejak awal peserta didik memasuki Sekolah Rakyat,” katanya.
Secara nasional, Kemensos menargetkan setiap Sekolah Rakyat menerima 270 peserta didik baru pada Tahun Ajaran 2026/2027, terdiri atas 90 siswa jenjang SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA. Tahun ini, sebanyak 93 Sekolah Rakyat mulai beroperasi di berbagai daerah di Indonesia.
Adapun kapasitas maksimal setiap Sekolah Rakyat diproyeksikan mencapai sekitar 1.080 siswa setelah seluruh jenjang pendidikan, mulai SD hingga SMA, terisi penuh melalui penerimaan peserta didik baru secara bertahap setiap tahun.
