Yudisium Pascasarjana UMPR 2026 Hadirkan Bupati Lamandau sebagai Pembicara Orasi Ilmiah

by Yoan Pramoga

Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) akan menggelar Yudisium Pascasarjana Tahap III Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 pada Kamis, 30 Juli 2026, di Aula Kampus 3 UMPR.

Kegiatan tersebut akan menghadirkan Bupati Lamandau, Rizki Aditya Putra, sebagai pembicara orasi ilmiah bertajuk “Ketahanan Daerah sebagai Pilar Ketahanan Nasional: Peran Pendidikan Tinggi dalam Mencetak Pemimpin dan Inovator Pembangunan.”

Direktur Pascasarjana UMPR, Mohammad Rizki Fadhil Pratama, mengatakan yudisium bukan sekadar seremoni akademik, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kesiapan lulusan dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan.

Menurutnya, tema orasi ilmiah yang diangkat relevan dengan kebutuhan daerah dalam mencetak pemimpin yang memiliki kapasitas akademik sekaligus mampu melahirkan kebijakan berbasis riset.

“Kami berharap orasi ilmiah ini memberikan perspektif baru bagi para calon lulusan. Pendidikan pascasarjana sangat penting, terutama bagi pejabat publik, untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan, perumusan kebijakan berbasis riset, serta pemecahan masalah secara strategis,” ujar Rizki dalam keterangannya yang diterima Narasi Moderat, Selasa (21/7/2026).

Ia menilai kehadiran Bupati Lamandau yang telah menyelesaikan pendidikan doktoral menjadi contoh bahwa pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih efektif.

“Kehadiran Bupati Lamandau yang telah meraih gelar doktor menjadi teladan bahwa pendidikan tingkat lanjut berkolaborasi erat dengan efektivitas tata kelola pemerintahan. Kami berharap lulusan Pascasarjana UMPR dapat mengikuti jejak tersebut untuk memperkuat ketahanan daerah dan nasional,” katanya.

Sementara itu, Direktur Direktorat Kerja Sama Perguruan Tinggi UMPR, Rakhdinda Dwi Artha Qairi, mengatakan kehadiran Bupati Lamandau sebagai pembicara merupakan bagian dari komitmen UMPR dalam memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah.

Menurutnya, perguruan tinggi perlu membangun sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan agar lulusan tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga memahami kebutuhan pembangunan di lapangan.

“Perguruan tinggi tidak dapat berjalan sendiri dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul. Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, kami ingin menghadirkan pengalaman dan perspektif nyata kepada para lulusan mengenai kepemimpinan, inovasi, serta pentingnya membangun daerah melalui pendekatan akademik dan kolaboratif,” jelasnya.

Melalui penyelenggaraan Yudisium Pascasarjana Tahap III ini, UMPR berharap para lulusan tidak hanya meraih gelar akademik, tetapi juga siap menjadi agen perubahan yang mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah, bangsa, dan negara melalui keilmuan yang dimiliki.

UMPR juga menegaskan komitmennya untuk terus menghasilkan lulusan pascasarjana yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kemampuan kepemimpinan, serta kepedulian terhadap pembangunan daerah.

Dengan demikian, lulusan diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kalimantan Tengah maupun Indonesia.

Kirim Tulisan ke PerspektifSpace.com

Berita Terkait