Sebanyak 30.000 masker untuk dewasa dan anak-anak dibagikan gratis kepada masyarakat di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya, Senin (31/8/2026). Berlangsung di kawasan lampu merah depan Kampus Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR), Jalan RTA Milono Km 1,5.
Selain masker, masyarakat juga mendapatkan susu dan obat tetes mata. Kegiatan tersebut digelar A’long Group bersama Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Tengah dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kalteng.
Ketua Pemuda Muhammadiyah Kalteng, Yandi Novia, mengatakan kegiatan tersebut merupakan gerakan kemanusiaan untuk membantu masyarakat menghadapi dampak kabut asap.
“Ini adalah gerakan kemanusiaan, sebagai bentuk ikhtiar bersama untuk menjaga kesehatan warga Kota Palangka Raya,” ujar Yandi.
Menurutnya, masyarakat maupun berbagai kelompok memiliki cara berbeda dalam merespons karhutla. Pembagian masker dan bantuan kesehatan menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk membantu warga yang tetap beraktivitas di luar rumah.
“Semua orang dalam menanggapi dan menangani karhutla dan kabut asap berbeda-beda. Ini adalah salah satu gerakan kami. Insyaallah akan ada gerakan-gerakan berikutnya,” katanya.
Yandi menyampaikan apresiasi kepada A’long Group dan Senator asal Kalimantan Tengah, dr. Erni Daryanti, yang turut mendukung kegiatan tersebut.
“Terima kasih dukungan penuh dari A’long Group dan Senator asal Kalteng dr. Erni Daryanti atas bantuannya. Bantuan ini sangat bermanfaat untuk warga Kota Palangka Raya,” tuturnya.
Ia menilai kondisi kabut asap saat ini telah berdampak terhadap masyarakat secara luas. Karena itu, menurutnya, penanganan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kepedulian berbagai elemen masyarakat.
“Karena hari ini, dengan kondisi yang ada, semua terdampak,” tambahnya.
Pembagian bantuan melibatkan relawan dan kader Pemuda Muhammadiyah serta IMM Kalteng. Mereka turun langsung membagikan masker kepada pengendara dan warga yang melintas di kawasan tersebut.
Aksi tersebut juga mendapat respons spontan dari sejumlah mahasiswa UMPR. Mereka ikut turun membagikan masker kepada masyarakat sebagai bentuk solidaritas.
“Bahkan tadi ada mahasiswa UMPR yang secara spontan ikut membagikan, berpanas-panasan, semata-mata sebagai bentuk solidaritas mereka,” terangnya.
Yandi berharap gerakan tersebut dapat membantu masyarakat, khususnya warga yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan. Ia juga mengajak masyarakat untuk saling membantu dan mengambil peran sesuai kemampuan masing-masing dalam menghadapi dampak karhutla dan kabut asap.
“Semoga upaya ini setidaknya bisa sedikit membantu masyarakat Kalimantan Tengah, khususnya Palangka Raya, dalam menghadapi kondisi asap yang semakin tidak terkendali ini,” tutupnya.
