Atikah Ratna Sari Siap Kenalkan Pendidikan Indonesia Lewat PPL-KKN Internasional di Thailand

by Yoan Pramoga

Mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR), Atikah Ratna Sari, terpilih mengikuti Program PPL-KKN International (Student Field Trip) di Krabi, Thailand, pada 1 November hingga 28 Desember 2026. Program tersebut difasilitasi oleh Association of Education Cultural International (AECI), dengan fasilitas berupa akomodasi (asrama sekolah) dan makan selama program.

Atikah mengatakan kesempatan tersebut menjadi momentum untuk mengembangkan kapasitas diri sekaligus membawa nama baik Universitas Muhammadiyah Palangka Raya dan Kalimantan Tengah di tingkat internasional.

“Motivasi terbesar saya adalah menjadi perempuan yang berdaya dan terus berkontribusi di dunia pendidikan. Melalui program ini saya ingin belajar tentang sistem pendidikan di negara lain sekaligus membuktikan bahwa mahasiswa dari daerah juga mampu bersaing di tingkat internasional,” ujarnya dalam keterangan tertulis kepada Narasi Moderat, Rabu (1/7/2026).

Mahasiswi penerima beasiswa Yayasan Khouw Kalbe bekerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) itu akan menjalani praktik mengajar di sekolah penempatan di Krabi, Thailand Selatan. Selain itu, ia juga akan mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat bersama dosen dan siswa Ekkapap School.

“Program ini menjadi kesempatan untuk menerapkan ilmu yang saya pelajari di bangku kuliah sekaligus belajar langsung dari sistem pendidikan di Thailand,” katanya.

Atikah mengungkapkan, bekal akademik yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMPR menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan selama mengikuti program internasional tersebut.

Ia mengaku telah dibekali berbagai kompetensi, mulai dari strategi pembelajaran, manajemen kelas, komunikasi pendidikan, hingga penyusunan media pembelajaran. Dalam proses seleksi, peserta juga diwajibkan mengikuti microteaching menggunakan Bahasa Inggris dan wawancara.

“Saya yakin ilmu dan pengalaman yang diberikan kampus menjadi bekal yang sangat berarti untuk beradaptasi dan menjalankan tugas di lingkungan internasional,” tuturnya.

Duta Pendidikan Indonesia 2023 di National University of Singapore (NUS) itu juga mengajak mahasiswa untuk berani memanfaatkan setiap peluang yang datang dan tidak takut mencoba pengalaman baru.

“Jangan takut mencoba setiap kesempatan yang ada. Beranikan diri keluar dari zona nyaman dan jangan takut gagal. Kesempatan tidak selalu datang dua kali, jadi manfaatkan sebaik mungkin ketika kesempatan itu hadir,” tutupnya.

Keikutsertaan Atikah dalam Program PPL-KKN International diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman akademik dan budaya di tingkat internasional, tetapi juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk berani mengembangkan potensi melalui berbagai program pertukaran maupun pengabdian di luar negeri.

Program tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa mahasiswa Kalimantan Tengah memiliki daya saing di tingkat global. Melalui pengalaman belajar lintas negara, diharapkan lahir calon pendidik yang memiliki wawasan internasional, adaptif terhadap perkembangan dunia pendidikan, serta mampu membawa kontribusi positif bagi kemajuan pendidikan di Indonesia.

Kirim Tulisan ke PerspektifSpace.com

Berita Terkait