Komunitas Lentera Ayah menggelar kegiatan Ngobrol Ortu Penuh Inspirasi (Ngopi) dengan tema “Saat Anak Marah, Apa yang Harus Dilakukan Ayah?” di Triticum Desserts and Coffee Experience, Palangka Raya, Minggu (2/8/2026). Menghadirkan Ketua Lingkar Ayah Indonesia, Rizqi Tajuddin, sebagai narasumber.
Rizqi Tajuddin menekankan bahwa kemampuan mengelola emosi merupakan salah satu keterampilan paling penting yang harus dimiliki setiap orang tua, khususnya seorang ayah.
“Yang membedakan manusia itu baik atau tidak baik adalah emosi. Ketika manusia mampu mengelola emosi dengan baik, maka dia akan menjadi manusia yang baik,” ujar Rizqi dalam keterangannya.
Menurutnya, keterampilan mengelola emosi selama ini masih jarang diajarkan, baik di lingkungan keluarga maupun di sekolah. Padahal, kemampuan tersebut bukan sekadar bawaan lahir, melainkan keterampilan yang dapat dipelajari dan dilatih.
“Nah sayangnya pengelolaan emosi itu jarang sekali diajarkan, baik oleh kita sebagai orang tua ataupun kita jadi anak dari orang tua kita, maupun di sekolah-sekolah,” katanya.
Ia menjelaskan, proses belajar mengelola emosi membutuhkan waktu, kesabaran, dan latihan yang konsisten. Karena itu, orang tua tidak perlu memaksakan diri untuk langsung menjadi sempurna.
“Yang penting adalah kita bisa menyampaikan kepada anak-anak kita bahwa kita nggak sempurna, tapi anak kita tahu bahwa ayahnya sedang belajar. Maka ketika kita melakukan kesalahan ya minta maaf,” tuturnya.
Sementara itu, Penggerak Komunitas Lentera Ayah, Aris Dasimayanto, mengatakan komunitas tersebut lahir dari kegelisahan para ayah yang ingin belajar bersama mengenai pengasuhan.
Komunitas bermula dari para wali murid Sekolah Sahabat Alam Palangka Raya yang sering berdiskusi mengenai peran ayah dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Setelah mengikuti workshop keayahan yang difasilitasi Lingkar Ayah Indonesia selama dua hari, para peserta sepakat membentuk sebuah komunitas sebagai tindak lanjut.
“Lalu kenapa kami memilih namanya Lentera Ayah, karena bagi kami, harusnya ayah itu menjadi lentera juga bagi anak-anaknya, agar anak-anak ini tidak berjalan di tempat yang gelap. Ayah menjadi panduan baginya agar menuju masa depannya dengan praktik-praktik pengasuhan yang benar,” jelas Aris.
Ia menegaskan, tujuan utama komunitas tersebut adalah menghimpun sebanyak mungkin ayah maupun calon ayah agar dapat saling belajar dan bertumbuh bersama dalam menjalankan peran sebagai orang tua.
“Kami terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung. Kami rutin melaksanakan kegiatan Ngobrol Ortu Penuh Inspirasi (Ngopi). Jadwal kegiatan akan selalu kami bagikan melalui media sosial kami dan terbuka untuk umum,” terangnya.
Aris menambahkan, setiap pertemuan akan menghadirkan narasumber yang kompeten, baik praktisi parenting maupun para ayah yang memiliki pengalaman dalam pengasuhan.
Ia berharap kehadiran Komunitas Lentera Ayah ini dapat menjadi ruang belajar sekaligus wadah berbagi bagi para ayah yang masih memiliki kegelisahan dalam mendampingi anak di rumah.
“Mudah-mudahan dengan adanya komunitas Lentera Ayah ini mampu menjadi wadah bagi para ayah dan calon ayah yang mungkin masih menghadapi kegelisahan tentang bagaimana mendampingi dan membersamai pengasuhan anak di rumah,” ucapnya.
Salah seorang peserta, Renaldi, mengaku memperoleh banyak wawasan baru setelah mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan memberikan pemahaman lebih luas mengenai peran ideal seorang ayah sekaligus kepala keluarga.
“Alhamdulillah setelah mengikuti sesi sharing bersama komunitas Lentera Ayah ini, rasanya lebih membuka mata tentang bagaimana menjadi seorang ayah yang baik dan ideal bagi anak-anak,” ungkapnya.
Renaldi yang juga merupakan Owner Triticum Desserts and Coffee Experience itu, berharap kegiatan Ngopi dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak ayah maupun calon ayah di Palangka Raya.
“Saya merasa sangat bersemangat untuk menanti sesi Ngopi berikutnya. Semoga ke depan komunitas ini semakin berkembang, memberikan manfaat kepada lebih banyak ayah maupun calon ayah, serta membuka insight baru tentang dunia parenting agar kita bisa menjadi orang tua yang lebih amanah bagi anak-anak,” tutupnya.
Bagi masyarakat yang ingin bergabung, Komunitas Lentera Ayah membuka ruang belajar bagi seluruh ayah maupun calon ayah tanpa dipungut biaya. Informasi mengenai jadwal kegiatan Ngobrol Ortu Penuh Inspirasi (Ngopi), agenda parenting, serta berbagai konten edukasi dapat diikuti melalui akun Instagram @lenteraayah.
Sementara itu, informasi lebih lengkap mengenai komunitas dan program yang dikembangkan juga akan tersedia melalui situs lenteraayah.id yang saat ini sedang dalam tahap pengembangan. (Ahaf)
