Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menegaskan pengarusutamaan gender bukan sekadar isu perempuan, melainkan pendekatan pembangunan yang bertujuan memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal.
Menurutnya, perspektif gender harus diintegrasikan secara nyata dalam setiap tahapan pembangunan, mulai dari penyusunan kebijakan, pelaksanaan program, penganggaran, hingga evaluasi di seluruh sektor.
“Keberhasilan pembangunan nasional tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari sejauh mana pembangunan mampu menghadirkan keadilan bagi seluruh masyarakat, termasuk perempuan dan anak,” ujar Arifah, saat menghadiri Afternoon Tea Talkshow Satu Abad Rahmi Hatta di Jakarta, Rabu (1/7/2026).
Ia mengatakan Kementerian PPPA terus mendorong penerapan pengarusutamaan gender dan pengarusutamaan hak anak agar seluruh kebijakan, program, serta anggaran pemerintah benar-benar responsif terhadap kebutuhan perempuan dan anak.
Menurut Arifah, pembangunan yang inklusif menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Dalam kesempatan tersebut, Arifah juga menyoroti sosok Rahmi Hatta sebagai teladan perempuan Indonesia yang telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa.
Ia menilai nilai-nilai yang diwariskan Rahmi Hatta, seperti integritas, kesederhanaan, semangat belajar sepanjang hayat, penghormatan terhadap martabat manusia, serta kepedulian terhadap sesama, masih relevan dengan arah pembangunan nasional saat ini.
“Marilah kita jadikan peringatan satu abad Ibu Rahmi Hatta sebagai momentum untuk memperkuat komitmen dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Semoga semangat keteladanan dan nilai-nilai luhur Ibu Rahmi Hatta terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Eric Phahlevi Zakaria Lumbun, mengatakan peringatan satu abad Rahmi Hatta menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali nilai-nilai perjuangan bagi generasi muda di tengah tantangan zaman.
Menurutnya, keteladanan Rahmi Hatta diharapkan mampu menginspirasi masyarakat, khususnya perempuan, agar terus berperan aktif dalam pembangunan bangsa.
“Mari jadikan ini sebagai pengingat bahwa sejarah bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga dijaga. Nilai-nilai luhur Ibu Rahmi Hatta harus hidup di dalam hati kita, menemani langkah menuju Jakarta yang maju dan berbudaya,” tutupnya.
Melalui pengarusutamaan gender dan pemenuhan hak anak, pemerintah menargetkan setiap kebijakan dan program pembangunan mampu memberikan manfaat yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dengan demikian, perempuan Indonesia dapat semakin berdaya, berkontribusi dalam berbagai bidang, serta menjadi bagian penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
