Nilai Rupiah Melemah, Generasi Sekarang Belajar Bahagia dari Hal Sederhana

by Yoan Pramoga

Nilai tukar rupiah yang terus melemah membuat banyak orang mulai lebih berhati-hati dalam mengatur pengeluaran. Harga kebutuhan harian naik, biaya hiburan semakin mahal, hingga rencana traveling atau membeli barang impian harus ditunda demi menjaga kondisi keuangan tetap aman.

Namun di tengah situasi tersebut, muncul perubahan menarik pada gaya hidup generasi sekarang. Self care tidak lagi identik dengan kemewahan atau pengeluaran besar. Banyak orang justru mulai menemukan ketenangan dari hal-hal sederhana yang lebih realistis dan ramah di kantong.

Mengutip data Bank Indonesia per Senin (18/5/2026), nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp17.666 per dolar AS. Pelemahan ini berdampak langsung pada biaya hidup masyarakat, mulai dari harga barang impor, biaya hiburan, hingga kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga: Transformasi Ery Makmur Viral di Media Sosial, Kini Tampil Lebih …..

Beberapa gaya hidup yang ikut terdampak antara lain:

  • Traveling ke luar negeri menjadi lebih mahal, terutama ke negara dengan mata uang dolar AS.
  • Harga produk fesyen impor dan kuliner ikut naik karena bahan baku banyak bergantung pada impor.
  • Biaya hobi berbasis dolar seperti game, streaming, software, kursus online, hingga jurnal internasional ikut meningkat.
  • Kenaikan biaya impor energi turut memengaruhi ongkos transportasi dan distribusi barang yang berdampak pada harga kebutuhan pokok.

Situasi ini membuat banyak orang mulai mengubah prioritas. Jika dulu self care identik dengan staycation, belanja mahal, atau nongkrong premium, kini maknanya bergeser menjadi aktivitas sederhana yang tetap memberi rasa nyaman dan tenang.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), self care merupakan kemampuan seseorang untuk menjaga kesehatan, mencegah penyakit, dan merawat diri, baik dengan maupun tanpa bantuan tenaga kesehatan. Dalam praktiknya, self care tidak selalu harus mahal, tetapi berkaitan dengan aktivitas yang membantu menjaga kesehatan fisik maupun mental.

Psikolog berlisensi asal New York, Marni Amsellem, PhD, menyebut bahwa self care bisa hadir dari hal paling sederhana.

“Self care tidak harus mahal. Banyak hal yang membuat kita merasa puas justru tidak membutuhkan biaya. Bahkan keluar rumah dan menarik napas dalam-dalam bisa menjadi bentuk self care terbaik,” tulisnya seperti dilansir IDN Times dari Everyday Health.

Baca Juga: Pimpin Organisasi Beraset Rp450 Triliun Lebih, Kesederhanaan Haedar Nashir Bawa Koper …..

Perubahan kondisi ekonomi membuat generasi sekarang mulai menikmati aktivitas kecil yang lebih sederhana, tetapi tetap bermakna. Tren self care baru yang kini banyak dilakukan antara lain:

  • Ngopi murah di kopi pinggiran sambil duduk santai untuk melepas stres tanpa harus menghabiskan banyak uang.
  • Membaca buku kembali menjadi hobi favorit karena memberi ketenangan dan membantu mengurangi kecemasan di tengah derasnya dunia digital.
  • Ngobrol santai bersama teman dianggap penting untuk menjaga koneksi sosial dan kesehatan mental.
  • Jalan sore menjadi aktivitas gratis yang membantu menjaga kesehatan fisik sekaligus membuat pikiran lebih rileks.

Di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu, generasi sekarang mulai belajar bahwa menikmati hidup tidak selalu harus mahal. Hal-hal kecil yang sederhana justru menjadi cara baru untuk menjaga kesehatan mental, mengurangi stres, dan tetap merasa bahagia tanpa membebani kondisi finansial.

Kirim Tulisan ke PerspektifSpace.com