Karhutla di Palangka Raya Capai 90 Kejadian, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

by Yoan Pramoga

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mencatat sebanyak 90 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi sejak Status Siaga Darurat Karhutla ditetapkan pada 1 Juni 2026. Dari puluhan kejadian tersebut, luas lahan yang terbakar mencapai 37,42 hektare.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kota Palangka Raya, Hendrikus Satriya Budi, mengatakan Kecamatan Jekan Raya menjadi wilayah dengan jumlah kejadian terbanyak, yakni 61 kasus. Selanjutnya Kecamatan Sebangau 15 kejadian, Kecamatan Pahandut 11 kejadian, dan Kecamatan Bukit Batu 3 kejadian. Sementara Kecamatan Rakumpit hingga kini belum tercatat mengalami karhutla.

Menurut Budi, meningkatnya potensi kebakaran dipengaruhi kondisi cuaca yang semakin kering akibat menurunnya intensitas hujan selama musim kemarau. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan agar tidak melakukan aktivitas yang berisiko memicu munculnya titik api.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun melakukan aktivitas lain yang dapat memicu kebakaran. Pencegahan menjadi langkah paling efektif untuk menekan terjadinya karhutla,” ujarnya di Palangka Raya, Jumat (24/7/2026).

Ia menjelaskan, BPBD Kota Palangka Raya bersama TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah kecamatan, kelurahan, serta relawan terus memperkuat upaya pencegahan melalui patroli rutin, pemantauan wilayah rawan, dan sosialisasi kepada masyarakat.

Selain itu, kesiapsiagaan personel dan peralatan pemadaman juga terus ditingkatkan guna mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran. Langkah tersebut diharapkan mampu mencegah api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

Budi juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran. Menurutnya, penanganan dini menjadi kunci untuk mengendalikan karhutla sebelum meluas.

“Penanganan karhutla membutuhkan kolaborasi semua pihak. Dengan kepedulian dan partisipasi masyarakat, kita optimistis kejadian karhutla dapat ditekan sehingga lingkungan tetap terjaga dan masyarakat terhindar dari dampak kabut asap,” tutupnya.

Kirim Tulisan ke PerspektifSpace.com

Berita Terkait