UIN Palangka Raya Bekali 731 Mahasiswa KKN, Siap Terjun ke Masyarakat

by Yoan Pramoga

Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menggelar pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 di Aula Utama UIN Palangka Raya, Senin (15/6/2026).

Mengusung tema “Dedikasi UIN Palangka Raya Mewujudkan KKN Berdampak Berbasis Ekoteologi Menuju Indonesia Emas” sebagai upaya mempersiapkan mahasiswa menjalankan pengabdian yang berdampak bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

Sebanyak 731 mahasiswa mengikuti program KKN tahun ini. Rinciannya, 725 mahasiswa akan melaksanakan KKN lokal di berbagai wilayah Kalimantan Tengah, sedangkan enam mahasiswa mengikuti program KKN Nusantara bersama perguruan tinggi lain di Indonesia.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari sejumlah pemerintah daerah mitra, di antaranya Pemerintah Kota Palangka Raya, Kabupaten Murung Raya, Kabupaten Barito Selatan, dan Kabupaten Lamandau.

Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan UIN Palangka Raya, Prof. Dr. Syaikhu, mengatakan KKN merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan semangat pengabdian.

“KKN bukan sekadar program akademik, tetapi ruang belajar yang sesungguhnya bagi mahasiswa untuk mengabdikan ilmu pengetahuan kepada masyarakat. Jagalah ibadah, hormati adat dan budaya setempat, serta jaga nama baik orang tua dan almamater,” ujarnya.

Ia berharap mahasiswa mampu menjadi agen perubahan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi duta kampus di tengah lingkungan tempat pengabdian.

“Kami berharap mahasiswa dapat memberikan kontribusi yang berdampak, membantu masyarakat melalui program pemberdayaan, serta menginspirasi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan tinggi,” katanya.

Pada kegiatan pembekalan tersebut, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Palangka Raya, Dr. Fauzi Rahman, turut memberikan materi mengenai peran mahasiswa KKN dalam mendukung pembangunan daerah dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menurut Fauzi, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai mitra pembangunan melalui program pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi lokal, hingga pengembangan inovasi berbasis kebutuhan masyarakat.

Ia menilai keberadaan mahasiswa KKN di desa dan kelurahan dapat menjadi katalisator perubahan melalui pendampingan masyarakat, promosi produk unggulan daerah, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia.

“Mahasiswa KKN dapat berkontribusi dalam pengembangan potensi daerah dan pemberdayaan masyarakat yang pada akhirnya mendukung peningkatan kesejahteraan serta pendapatan daerah,” ungkapnya.

Dengan pembekalan yang telah diberikan, UIN Palangka Raya optimis seluruh peserta KKN Tahun 2026 dapat menjalankan program kerja secara optimal, adaptif, dan berdampak.

Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat, pengembangan potensi daerah, serta mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Kirim Tulisan ke PerspektifSpace.com

Berita Terkait