Terapkan Standar ASUH, Distanketpang Palangka Raya Periksa Hewan Kurban di 21 Titik Penjualan

by Yoan Pramoga

Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanketpang) Kota Palangka Raya melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di sejumlah titik penjualan, Selasa (13/5/2026). Memastikan hewan kurban yang diperjualbelikan memenuhi kriteria aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH).

Kepala Distanketpang Kota Palangka Raya, Sugiyanto, mengatakan pemeriksaan salah satunya dilakukan di kawasan Jalan Mahir Mahar, Palangka Raya. Kegiatan tersebut rutin dilaksanakan setiap tahun menjelang Iduladha.

“Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun terutama menjelang Hari Raya Iduladha. Tujuannya untuk memastikan penyediaan daging yang aman, sehat, utuh, dan halal melalui pemeriksaan kesehatan hewan kurban,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemeriksaan dilakukan dalam dua tahap, yakni antemortem atau pemeriksaan kesehatan sebelum pemotongan dan postmortem setelah pemotongan hewan kurban di lokasi pelaksanaan kurban.

Sebelum pemeriksaan lapangan dilakukan, Distanketpang terlebih dahulu mengumpulkan pedagang sapi dan kambing untuk diberikan sosialisasi terkait tata cara penjualan dan pemeriksaan hewan kurban. Pemeriksaan teknis kemudian dimulai sejak H-14 Iduladha.

Dalam pelaksanaannya, Distanketpang menurunkan tiga tim pemeriksa yang masing-masing dipimpin dokter hewan. Pemeriksaan dilakukan di 21 titik penjualan hewan kurban di wilayah Kota Palangka Raya.

“Fokus pemeriksaan berada di lokasi penjualan hewan kurban berskala besar yang menjual lebih dari 10 hingga 20 ekor sapi maupun kambing,” jelasnya.

Sugiyanto menyebut, berdasarkan data sementara, jumlah hewan kurban yang tersedia mencapai sekitar 1.500 ekor sapi dan 500 ekor kambing. Namun, jumlah final hewan yang dinyatakan layak kurban masih menunggu hasil pemeriksaan selesai dalam sepekan ke depan.

Sebagian besar hewan kurban didatangkan dari luar daerah seperti Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat (NTB) guna memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Palangka Raya.

“Tahun ini kami memperkirakan tersedia sekitar 1.500 ekor sapi. Jika kenaikan kebutuhan hanya sekitar lima sampai 10 persen, maka kebutuhan masyarakat dipastikan masih tercukupi,” katanya.

Ia menambahkan, hingga saat ini belum ditemukan indikasi penyakit hewan menular yang mengkhawatirkan. Distanketpang juga telah melakukan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhadap hewan yang masuk ke wilayah Palangka Raya.

“Masyarakat kami imbau membeli hewan kurban yang sudah memiliki label sehat dan surat keterangan kesehatan hewan dari petugas,” pungkasnya. (Ahaf)

Kirim Tulisan ke PerspektifSpace.com

Berita Terkait