Kelurahan Bereng Bengkel Wakili Palangka Raya dalam Ajang Desa Pangan Aman Nasional

by Yoan Pramoga

Kelurahan Bereng Bengkel Kota Palangka Raya mengikuti tahapan wawancara Lomba Desa Pangan Aman Tahun 2026 yang diselenggarakan secara daring oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan, di Aula Peteng Karuhei II Kantor Wali Kota Palangka Raya, Senin (11/5/2026). Ajang tingkat nasional tersebut diikuti 15 desa dan kelurahan dari berbagai provinsi di Indonesia.

Dalam kompetisi itu, Kelurahan Bereng Bengkel bersaing dengan sejumlah daerah lain, di antaranya Kelurahan Munjul, Kalurahan Guwosari, dan Kelurahan Ampenan Selatan.

Lurah Bereng Bengkel, Ahmad Riyadi mengatakan, keikutsertaan dalam lomba tersebut menjadi momentum untuk menunjukkan komitmen daerah dalam mewujudkan pangan yang aman, sehat, dan berkelanjutan.

Menurutnya, salah satu inovasi unggulan yang menjadi bagian penilaian ialah pembentukan Satgas Sigap atau Siaga Pengawasan Pangan.

Program tersebut merupakan sistem pengawasan berbasis masyarakat yang berfungsi sebagai sarana koordinasi dan respons cepat terhadap persoalan keamanan pangan di wilayah Kelurahan Bereng Bengkel.

“Melalui Satgas Sigap, masyarakat dapat dengan cepat melaporkan berbagai persoalan yang berkaitan dengan pangan melalui layanan Whatsapp sehingga penanganannya bisa dilakukan secara cepat dan tepat,” ujar Riyadi.

Selain itu, program Desa Pangan Aman juga didukung keberadaan kelompok usaha masyarakat di bidang Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP), yakni kelompok Bereng Bangas serta Kelompok Usaha Bersama (KUB) Bereng Bengkel Sejati yang memproduksi amplang berbahan ikan gabus.

Kelurahan Bereng Bengkel juga memiliki depot air minum isi ulang yang saat ini tengah dalam proses pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Dalam mendukung keberlanjutan program, Kelurahan Bereng Bengkel turut mengembangkan berbagai kegiatan pendukung seperti Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), agrowisata hidroponik, peternakan ayam dan sapi, hingga budidaya perikanan.

Program Desa Pangan Aman tersebut juga diintegrasikan dengan upaya percepatan penurunan stunting melalui program Orang Tua Asuh Cegah Stunting yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Riyadi berharap, melalui lomba tersebut Kelurahan Bereng Bengkel dapat menjadi contoh penerapan sistem keamanan pangan berbasis masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya konsumsi pangan yang aman dan sehat.

“Harapan kami, program ini dapat terus berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dalam meningkatkan kualitas kesehatan, ketahanan pangan, maupun kesejahteraan warga,” pungkasnya. (Ahaf)

Kirim Tulisan ke PerspektifSpace.com

Berita Terkait