BRIN Dorong Evidence-Based Policy untuk Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia

by Yoan Pramoga

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menegaskan pentingnya penguatan kebijakan berbasis riset atau evidence-based policy dalam menghadapi krisis sosial-ekologis yang semakin kompleks di Indonesia.

Penguatan kebijakan berbasis riset dinilai menjadi langkah penting agar pembangunan tetap berjalan seimbang dengan keberlanjutan lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat.

Plt Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora (OR IPSH) BRIN, Muhammad Najib Azca mengatakan, BRIN berkomitmen memperkuat peran riset sebagai dasar mitigasi krisis sosial-ekologis.

“BRIN dan OR IPSH berkomitmen memperkuat evidence-based policy sebagai dasar mitigasi krisis sosial-ekologis yang semakin kompleks,” ujar Najib dalam diskusi dan peluncuran buku Approaching Natural Resources for Sustainable Development in Indonesia: Confronting the Socio-Ecological Crisis, Kamis (7/5/2026), di Kawasan BRIN Gatot Subroto, Jakarta.

Menurutnya, berbagai bencana ekologis yang terjadi belakangan menjadi pengingat penting perlunya tata kelola pembangunan yang lebih berkelanjutan.

“Buku ini sangat relevan di tengah meningkatnya krisis sosial-ekologis dan pentingnya pembangunan yang lebih berkelanjutan di Indonesia,” katanya.

Buku yang diterbitkan Springer tersebut memuat 21 chapter hasil kajian multidisiplin mengenai pengelolaan sumber daya alam dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Najib berharap publikasi ilmiah itu dapat menjadi referensi dalam memperkuat diskursus publik sekaligus memberikan kontribusi terhadap kebijakan pembangunan nasional.

Ia menilai tantangan pembangunan saat ini tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga bagaimana memastikan keberlanjutan lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat tetap terjaga.

Karena itu, pembangunan berkelanjutan harus dipahami secara menyeluruh dengan mempertimbangkan dimensi ekologi, ekonomi, sosial, hingga tata kelola kebijakan.

Najib juga menekankan pentingnya kolaborasi antara peneliti, pemerintah, praktisi, dan masyarakat dalam menghasilkan kebijakan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Sementara itu, editor buku sekaligus Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Masyarakat dan Budaya BRIN, Henny Warsilah menjelaskan, buku tersebut membahas berbagai persoalan sosial-ekologis dalam pengelolaan sumber daya alam melalui pendekatan interdisipliner dan multiperspektif.

“Buku ini mengangkat krisis sosial-ekologis sumber daya alam melalui pendekatan interdisipliner dan multi-perspektif,” ujar Henny.

Ia menjelaskan, buku tersebut melibatkan lebih dari 20 penulis dari berbagai bidang ilmu, mulai dari sosial-humaniora, politik, ekonomi, hukum, hingga lingkungan. Buku itu juga melibatkan akademisi internasional dari Malaysia, Jepang, dan Australia.

Menurut Henny, pengelolaan sumber daya alam yang tidak berkelanjutan dapat memicu berbagai persoalan sosial dan ekologis, seperti marginalisasi sosial, kemiskinan, krisis air bersih, hingga bencana lingkungan.

“Keunikan buku ini terletak pada analisis pembangunan berkelanjutan yang mengintegrasikan perspektif sosial, ekonomi, politik, hukum, dan lingkungan,” tambahnya.

Melalui buku tersebut, BRIN berharap hasil-hasil riset dapat menjadi referensi ilmiah sekaligus masukan strategis dalam mendukung pengelolaan sumber daya alam yang lebih berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat lintas generasi. (Ahaf)

Kirim Tulisan ke PerspektifSpace.com

Berita Terkait